Abstrak
Di era
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini,sentuhan pribadi
antara tenaga perpustakaan dan pemustaka semakin berkurang .Pemanfaatan
tekhnologi sangat berperan dalam terciptanya suatu hubungan antara pustakawan dan
pemustaka.Dengan adanya computer dan internet pemustaka akan lebih cepat
mengakses atau mendapatkan informasi sesuai kebutuhan pemustaka.Namun,kepuasan
pemustaka tidak dengan serta merta dapat dipenuhi.Mungkin,mereka puas dengan
saat itu,tetapi tidak untuk jangka panjang.Puas disatu sisi tetapi,belum puas
disisi lain.Kepuasan pemustaka total itulah yang sebenarnya diharapkan ,untuk
itulah perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi perlu terus diimbangi
dengan skill atau kemampuan pustakawan dalam mengoperasikan alat tekhnologi
yang semakin canggih pada saat ini.Kualitas jasa atau layanan perpustakaan
harus terus ditingkatkan dalam upaya untuk menuju kepuasan pemustaka.Mereka
akan menjadi pemustaka yang loyal dan terus datang ke perpustakaan untuk mencari
informasi yang pemustaka butuhkan.Pemustaka akan lebih puas dengan layanan yang
maksimal,sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara pemustaka dan
pustakawan. Banyak manfaat yang diperoleh jika kepuasan pemustaka tercapai
dengan jasa perpustakaan misalkan :jasa koleksi,dan fasilitas dapat
dimanfaatkan secara maksimal. Jika pemustaka merasa
puas dan senang dengan kualitas jasa perpustakaan, mereka dapat menjadi bukti
yang bermanfaat untuk perkembangan perpustakaan kedepannya.
Kata kunci : teknologi,
informasi, pemustaka
Pendahuluan
Di era globalisasi sekarang ini, teknologi informasi merupakan hal
yang paling utama yang harus terpenuhi oleh setiap orang untuk mencapai suatu
kehidupan yang berkualitas. Teknologi informasi memiliki peran active sebagai
fasilitor dalam berbagai aktifitas dan proses diorganisasi, karena itulah
sangat penting bagi kita untuk mempelajari teknologi informasi, tidak hanya
bidang kita masing-masing, namun juga dalam konteks organisasi secara
menyeluruh. Dengan mempelajari teknologi informasi, kita akan memahami betul
bagaimana teknologi informasi di bangun ,digunakan,dikelola,serta mengetahui
bagaimana cara mengenali dan menghindari system yang tidak berhasil. Jika kita
memiliki keahlian dalam teknologi informasi , maka kita dapat memanfaatkan
beragam jenis produk dan system teknologi informasi yang senantiasa berkembang.
Kemajuan teknologi informasi telah membawa berbagai kemudahan yang
dapat dirasakan oleh manusia. Penerapan teknologi informasi di perpustakaan
telah membantu banyak pemustaka dalam mencari informasi yang mereka butuhkan.
Saat ini para pemustaka dapat berkonferensi jarak jauh melakukan transaksi
peminjaman melalui internet yang dikenal dengan istilah digital library yang
dapat dilakukan dari mana saja,misalnya dengan menggunakan software
perpustakaan psenayan,cordoba,siprus,dll. Dengan software tersebut para
pengguna perpustakaan dapat mengakses informasi dari manapun mereka berada.
Kenyataan bahwa pada era informasi
abad ini, teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan global oleh kita karena itu setiap institusi
termasuk perpustakaan berlomba untuk mengintegrasikan teknologi informasi guna
membangun dan memberdayakan civitas akademikanya berbasis pengetahuan agar
dapat bersaing dalam era global. Dalam menyikapi perkembangan teknologi
informasi pada era informasi tahun ini, Perpustakaan berbasis teknologi
informasi (komputerisasi) sangat di butuhkan.Keberadaan perpustakaan
berbasis komputerisasi dapat meningkatkan kualitas,kuantitas dan kecepatan
proses layanan pada pengguna perpustakaan sehingga dapat memperlancar proses
belajar-mengajar di lingkungan Sekolah.
Sekarang bukan jamannya lagi
mencari-cari buku dari katalog kusam di perpustakaan. Peran Teknologi Informasi
telah banyak digunakan untuk memudahkan
para pengguna perpustakaan menemukan buku favoritnya. Dengan hanya mengetik
judul buku atau nama pengarang pada layar komputer. Perkembangan perpustakaan
berbasis teknologi informasi bagi pengelola perpustakaan dapat membantu
pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi otomasi perpustakaan.Sedangkan bagi
pengguna dapat membantu mencari sumber informasi yang diinginkan dengan
menggunakan catalog on-line yang dapat diakses melalui internet,
sehingga pencarian informasidapat dilakukan kapan dan dimanapun ia
berada.Idealnya, setiap perpustakaan memanfaatkan kecanggihan teknologi
informasi untuk mendukung pengelolaan koleksi perpustakaan. Hal ini sesuai dengan UU No.2 tahun 1999 tentang
Pendidiksn Nasional bahwa salah satu sarana untuk mencerdaskan bangsa adalah
dibentuk suatu perpustakaan di tiap tingkat sekolah (dari TK sampai perguruan
tinggi).
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang
tergabung pada sebuah sekolah dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang
bersangkutan dengan tujuan utama membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus
dan tujuan pendidikan pada umumnya (Sulistyo-Basuki, 1991:50).Perpustakaan SMP
N 1 GEMBONG merupakan jenis perpustakaan sekolah,yang memiliki tujuan utama
memberikan layanan kepada pemustaka dilingkungan sekolah yaitu kepala sekolah,
guru, peserta didik, dan staf administrasi lainnya.
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut ׃
1. Apa yang menjadi faktor penghambat dan pendorong
terhadap jumlah pemustaka di SMP N 1 Gembong ?
2. Apa yang mempengaruhi kemajuan teknologi
informasi terhadap jumlah pemustaka di SMP N 1 Gembong ?
Setiap
usaha yang dilakukan oleh manusia pasti mempunyai tujuan, sebab dengan adanya
tujuan dapat menngendalikan berbagai pembahasan yang menyimpang. Hal ini
disebabkan karena tujuan penelitian karya ilmiah tersebut mempunyai kaitan
dengan perumusan yang akan dibahas.
Adapun
tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan karya ilmiahadalah untuk mengetahui
pengaruh kemajuan teknologi informasi terhadap jumlah pemustaka di SMP N 1
Gembong.
Berdasarkan permasalahan di atas,
tujuan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Menggambarkan faktor pendorong pemustaka untuk datang
ke perpustakaan.
2. Menggambarkan faktor penghambat pemustaka untuk datang
ke perpustakaan.
3. Mengetahuai seberapa besar pengaruh perkembangan
teknologi terhadap pemustaka.
Dalam Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut :
Penulis dapat mengetahui
faktor pendorong pemustaka untuk datang ke perpustakaan,kita dapat mengetahui
faktor penghambat pemustaka untuk datang ke perpustakaan. Dan penulis juga
dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perkembangan teknologi terhadap jumlah
pemustaka.
Metode
Penelitian
Jenis penelitian yang peneliti gunakan
adalah penelitian naturalistik. Metode penelitian ini sering sering disebut
juga dengan metode kualitatif.
Metode kualitatif adalah eksperimen dimana penelitian
adalah sebagai instrument kunci. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian
ini adalah penelitian lapangan dan kepustakaan.
Dalam
memperoleh data –data digunakan metode sebagai berikut :
1.
Metode Observasi
Observasi adalah pengamatan yang dilakukan
secara langsung, jadi metode observasi adalah suatu cara yang terpikir baik
untuk melakukan pengamatan terhadap obyek yang hendak teliti untuk mencapai
suatu tujuan. ( Kerap,1980 : 161)
2.
Metode Interview
Metode interview adalah wawancara atau
kegiatan tanya jawab yang dilakukan secara langsung,atau cara pengumpulan data
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada seseorang yang
mempunyai wewenag dalam suatu masalah. (Kerap,1980 : 162 )
3.
Metode dokumentasi
Metode dokumentasi adalah pemberian atau
pengumpulan bukti-bukti data yang hendak diteliti.
4.
Populasi dan sampel
Populasi adalah seluruh jumlah orang atau
penduduk disuatu daerah.
Dalam penelitian ini,populasi jumlah pemustaka adalah
siswa-siswi SMP N 1 Gembong yang terdiri dari 400 siswa diambil 25%. Jadi,
hanya hanya diambil 100 siswa,sehingga penelitian ini adalah penelitian sampel.
Hasil
Penelitian Dan Pembahasan
Dalam hasil penelitian
yang dilakukan dilapangan, banyak beberapa faktor sebagai pendorong maupun
penghambat pemustaka untuk datang diperpustakan. Adapun faktor pendorong dan penghambat
sebagai berikut׃
|
Faktor Pendorong
|
Faktor Penghambat
|
|
a.
Sarana dan prasarana
yang memadai diruang perpustakaan.
b.
Siswa-siswi lebih
sering menggunakan teknologi informasi
untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan.
c.
Siswa-siswi banyak
yang menggunakan softdata daripada harddata, dikarenakan lebih mudah dan
efisien.
d.
Petugas perpustakaan
yang baik dan mampu berorientasi pada perkembangan teknologi
informasi
|
a.
Waktu
yang disediakan perpustakaan belum memadai, hanya pada waktu jam-jam istirahat sekolah.
b.
Mereka lebih suka membaca dirumah daripada
diperpustakaan.
c.
Sarana dan prasarana
yang disediakan perpustakaan belum cukup memadai.
d.
Petugas perpustakaan
yang tidak mampu berorientasi pada perkembangan teknologi informasi
|
Keberhasilan perpustakaan sangat ditentukan
layanan yang diberikan kepada pemakai perpustakaan. Efektifitas layanan harus
diukur dalam konteks sejauh mana layanan dapat meuaskan pemakainya bukan
sekedar banyak yang dapat diraih.layanan perpustakaan akan semakin bermutu jika
tingkat pengunjung dan pemanfaaatan perpustakaan semakin meningkat. Dengan
adanya perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat , maka perpustakaan
sangat perlu mengimplementasikan teknologi informasi secara terpadu pada
berbagai aktifitas perpustakaan untuk mencapai layanan yang prima. Berbagai
kegiatan yang dapat meningkatkan mutu layanan perpustakaan antara lain
pengelolaan data perpustakaan,seleksi dan akuisisi,system sirkulasi dan
informasi serta kajian pemakai catalog berbasis web,penelusuran bahan pustaka
(OPAC )statistic dan sebagainya. Media audiovisual merupakan
sebagian warisan kebudayaan kita, membawa sejumlah besar kemajuan di perpustakaan
yang perlu dipelihara untuk kegunaan masa depan. Berbagai media dalam
masyarakat harus dicerminkan dalam layanan oleh perpustakaan kepada para
pengguna.
Multimedia dan perlengkapan computer
telah menyumbang ledakan besar bahan-bahan audiovisual di perpustakaan. Hampir
setiap pengguna atau pengunjung pepustakaan merupakan pengguna berpotensi
bahan-bahan audiovisual dan multimedia serta bercetak.
Sasaran teknologi informasi dalam
meningkatkan mutu layanan perpustakaan adalah akses yang mudah,cepat,akurat
melalui jaringan (LAN internet)baik internal maupun eksternal(pemakai).
Disamping itu penyediaan jaringan dari sumber elektronik berupa teknologi
digital bagi pemakai akan mempercepat meningkatkan mutu layanan perpustakaan.
Disisi lain pengaruh perkembangan teknologi informasi
terhadap jumlah pemustaka di SMP N 1 Gembong memiliki manfaat positif. Oleh
karena itu banyak siswa-siswi yang sering datang ke perpustakaan setelah di
berikan fasilitas internet. Mereka lebih dominan untuk menggunakan internet untuk
mencari informasi sesuai kebutuhan mereka. Sehingga pemanfaatan fasilitas
teknologi informasi atau internet lebih maksimal dan efisien bagi pemustaka.
Itupun harus diimbangi dengan petugas perpustakaan yang berorientasi pada
perkembangan teknologi informasi. Dibandingkan
sebelum adanya layanan teknologi informasi atau internet mereka harus
mencari informasi secara manual dan itupun membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sehingga jumlah pemustaka tidak begitu banyak
untuk berkunjung ke perpustakaan. Rata-rata pengunjung perpustakaan
setiap harinya hanya 25% dari jumlah keseluruhan siswa dibandingkan dengan
adanya teknologi informasi atau internet jumalah pengunjung mencapai 65% setiap
harinya. Teknologi informasi memberi banyak keuntungan terhadap penggunanya khususnya
pemustaka di SMP N 1 Gembong, pemustaka dapat mengakses data atau informasi
dengan cepat,konsisten,juga tepat.
Kesimpulan
Setelah
terselesaikannya data-data dan pembahasannya diatas, maka penulisakan
memaparkan kesimpulan akhir dalam karya ilmiah ini.
Berdasarkan rumusan masalah yang ada dan
data-data diperoleh penulis,serta pembahasan pada bagian-bagian diatas dapat
disimpulkan sebagai berikut ׃
a.
Pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap
jumlah pemustaka di SMP N 1 Gembong sangatlah penting untuk menunjang jumlah
pengunjung perpustakaan setiap aharinya. Perkembangan teknologi informasi juga
penting untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pemustaka. Tidak hanya itu
peranan teknologi informasi juga menunjang kualitas perpustakaan,karena perpustakaan
yang maju merupakan cermin dari kemajuan pendidikan.
b.
Dalam upaya memajukan perpustakaan dengan kemajuan
teknologi informasi, petugas perpustakaan dituntut harus berorientasi terhadap
perkembangan teknologi informasi
Saran
Tanpa mengurangi rasa
hormat kepada semua pihak, penulis berusaha memberikan saran. Adapun
saran-saran sebagai berikut ׃
a.
Sebaiknya pihak sekolah harus memberikan sarana dan
prasarana yang lebih lengkap, khususnya sarana teknologi informasi yang masih
sangat minim. Dengan adanya kelengkapan sarana teknologi informasi atau
internet di perpustakaan SMP N 1 Gembong akan lebih meningkatkan jumlah
pemustaka untuk belajar dan mencari informasi sesuai kebutuhan pemustaka.
b.
Hendaknya petugas perpustakaan mampu berorientasi pada
perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi.
c.
Disamping itu juga pemerintah sangat berperan dalam
kemajuan perpustakaan,khususnya PERPUSNAS dan LIPI,dengan perpustakaan yang
maju maka kualitas pendidikanpun akan semakin meningkat. Karena perpustakaan merupakan
jantung dari pendidikan dan sebagai sarana untuk belajar yang tidak mengenal
batas usia dan waktu, tidak hanya itu juga perpustakaan merupakan sumber dari
ilmu pengetahuan.
Daftar Pustaka
Basuki, Sulistyo 1993. Pengantar
Ilmu Perpustakaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.i, Irianti, Pergola, Memahami
Perilaku Pengguna
Ngesti Lestari.2010. Layanan Perpustakaan Berbasis
Teknologi Informasi TI.http://staff.undip.ac.id/sastra/ngesti-lestari/2010/07/30/layanan-perpustakaan-berbasis-teknologi-informasi-ti/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar